BMRI di Harga Rp 4900: Dividen Yield 9,5% Masih Konservatif, Ini Bukti dari Neraca Terbaru

Illustrasi foto bank aktivitas PT Bank Mandiri February 2026

Melihat bagaimana kemampuan perusahaan membagikan dividen adalah paling tepatnya berdasarkan laporan keuangan terupdate, dimana saat ini sejak penulisan artikel ini, laporan terakhir yang dirilis sekaligus menjadi acuan menentukan potensial dividen adalah menggunakan Laporan Keuangan Bulanan February 2026. Berikut analisanya:


Likuiditas Yang Cukup Untuk Dividen:

Bank Mandiri mencatatkan total aset Rp 2.214,45 triliun dengan komposisi sehat. Penyaluran kredit menjadi tulang punggung dengan nilai Rp 1.513 triliun, didukung portofolio surat berharga Rp 295,58 triliun. Yang menarik, posisi likuiditas sangat kuat dengan kas dan penempatan di Bank Indonesia serta bank lain mencapai Rp 215,83 triliun.


Pencadangan Memadai untuk Antisipasi Risiko

Bank Mandiri juga membangun benteng pertahanan yang kuat melalui pencadangan. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) tercatat Rp 37,82 triliun, dengan porsi terbesar untuk kredit sebesar Rp 36,40 triliun. Ini menandakan manajemen risiko yang prudent di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, bank memiliki cadangan umum Rp 2,33 triliun sebagai bagian dari ekuitas, memperkuat struktur permodalan. Jumlah CKPN yang dicadangkan untuk kredit diberikan adalah setara 2.4%.


Ketersediaan Laba Ditahan dan Kecukupan Likuiditas

Laba ditahan tahun-tahun lalu mencapai Rp 188,55 triliun, ditambah laba berjalan Rp 8,86 triliun menjadi total Rp 197,40 triliun. Dengan demikian, secara akuntansi dividen Rp 43 triliun sangat aman karena hanya sekitar 21,8% dari total laba ditahan.

Kas dan setara kas Rp 215,83 triliun jauh di atas kebutuhan dividen. Bahkan jika seluruh dividen dibayar tunai, hanya memakan porsi 20% dari likuiditas yang ada. Bank juga memiliki surat berharga Rp 295 triliun yang dapat dicairkan sewaktu-waktu.


Ekspetasi Dividen yang Lebih Tinggi dari Danantara

Sejak BUMN berada dibawah Danantara menjadikan BUMN menjadi salah satu kendaraan untuk memperoleh jumlah dividen yang lebih besar. Sebagai catatan, realisasi perolehan dividen oleh Danantara pada tahun 2025 adalah Rp 140 triliun (naik dari Rp 90-122 triliun di 2024). Proyeksi danantara untuk tahun 2026 adalah Rp 150 Triliun.

Kesimpulan

Berdasarkan laporan keuangan per 28 Februari 2026, Bank Mandiri secara fundamental sanggup membagikan dividen Rp 43 triliun. Laba ditahan besar, likuiditas berlimpah, pencadangan memadai, dan struktur permodalan kuat menjadi pilar pendukung.

Dengan target perolehan Dividen yang lebih tinggi pada tahun ini juga memberikan angin segar bahwa Rp 43 Triliun (Rp 466/share) merupakan angka dividen yang sangatk konservatif 

Dengan pembelian harga pasar saat ini (Rp 4900/share), maka potensi dividen yield yang dapat ditawarkan untuk investor adalah 9.5%

Artikel Favorit Investor

Bisnis TOWR, apa saja yang perlu dicerna dari Q3 2025?

MSTI Q3 2025 - Peraturan TKDN US, Peluang atau Tantangan?

DMAS Q4 2025 - Analisis Laporan Keuangan, Penurunan Laba dan Sinyal Peringatan

Bagaimana Pertumbuhan HMSP dan Apa Saja yang Perlu Diperhatikan di Q425?