Bagaimana Pertumbuhan HMSP dan Apa Saja yang Perlu Diperhatikan di Q425?
Bagi para value investor, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) selalu menjadi nama yang menarik untuk dicermati. Sebagai penguasa pasar rokok Indonesia dengan sejarah lebih dari seabad, HMSP memiliki 'economic moat' yang kuat: merek-merek ikonik, jaringan distribusi raksasa, dan skala ekonomi yang sulit ditandingi. Namun, di balik ketangguhan operasionalnya, industri rokok di Indonesia terus menghadapi tekanan regulasi, terutama terkait cukai. Mari kita bedah laporan keuangan HMSP untuk tahun buku 2024 dan 2025, menggali apa yang berubah, apa yang tetap kokoh, dan di mana letak risiko yang perlu diwaspadai oleh investor jangka panjang. Kinerja Keuangan: Efisiensi di Tengah Tekanan Top-line Pendapatan bersih HMSP turun dari Rp117,9 triliun (2024) menjadi Rp112,2 triliun (2025). Namun yang menarik, laba kotor justru meningkat dari Rp18,5 triliun menjadi Rp20,6 triliun. Ini sinyal positif: perusahaan mampu menekan beban pokok penjualan secara signifikan (turun Rp7,8 triliun), m...